Siapakah
Yohanes Kepler?
Jerman (Germany ), 27 Desember 1571, tepatnya di
Stuttgart, dunia melahirkan seorang anak hebat, ia diberi nama Johannes Kepler
(Yohanes Kepler).
Kepler
adalah seorang Astronom, Matematikawan, serta Ahli Astrolog. Ia dikenal sebagai
”Penemu Awal” hukum gerakan planet—setelah
Copernicus menerbitkan buku De Revolutionibus Orbium Coelestium 28 tahun
sebelumnya, yang di dalamnya memuat teori bahwa planet-planet mengitari
matahari, bukan sebaliknya. Tetapi dalam buku yang ditulis oleh Copernicus saat
itu, belum sempurna. Sehingga membuat ilmuwan lain tidak begitu setuju dengan
hipotesa heliosentris dari penelitian Copernicus. Kelak, Kepler menyempurnakan
secara rinci maksud dari Copernicus, yang kemudian dipercayai oleh ilmuwan-ilmuwan
besar lainnya.
Johannes
Kepler terlahir dari keluarga miskin, tapi karena kecerdasannya, ia mendapatkan
beasiswa dari para bangsawan lokal. Di Universitas Tubingen—terletak 30 km
sebelah barat daya, Stuttgart—yang melahirkan orang-orang besar lainnya,
seperti: Friedrich Miescher si penyair; Wilhelm Schickard si penemu yang
mengembangkan mekanis komputer; Joseph Alois Ratzinger atau yang orang kenal
sebagai Paus Beneditus XVI; dan masih banyak lagi. Di sanalah, Universitas
Tubingen, Johannes Kepler mempelajari teologi, seturut keinginannya menjadi
rohaniwan Lutheran. Tetapi karena Kepler begitu jenius dan cerdas, ia pun
diakui kepintarannya dalam bidang Matematika.
Tahun
1594, seorang guru matematika di SMU Lutheran Austria, tepatnya di Graz, baru
saja meninggal dunia. Nah, Johannes Kepler inilah yang kemudian
menggantikannya. Dan saat-saat berada di Graz, ia menulis karya besarnya yang
pertama, Cosmographic Mystery.
Seorang
Astronom Denmark, Tycho Brahe, begitu terkesan dengan pemaparan Kepler dalam bukunya—Cosmographic
Mystery—sehingga membuatnya berniat mengundang Kepler untuk bergabung dengannya
di Benatky, dekat Praha (Republik Ceko). Kepler menerima ajakan Brahe, dan
mulai bergabung bersamanya pada Januari 1600.
Catatan,
Tycho Brahe si Astronom ini juga menjabat sebagai Matematikawan Kerajaan
Romawi, yang saat itu dipimpin oleh Sang Kaisar Rudolf II. Ketika Brahe
meninggal dunia, Johannes Kepler ditunjuk oleh Kaisar Rudolf sebagai
penggantinya. Usia Kepler saat itu baru 29 tahun, pencapaian yang sangat hebat
di usia mudanya itu. Ia juga dilantik sebagai Ahli Astrologi untuk Kerajaan Jendral
Wallenstein—jabatan yang ia pegang hingga akhir hayatnya.
Kendati
demikian, sebelum meraih pelbagai prestasi Kepler sering mendapatkan
diskriminasi. Sebab ia tak mau pindah agama ke Katolik Roma, dan juga kerap
diolok-olok karena memiliki badan yang relatif kecil dan pendek. Tetapi
kesemuaannya itu, tak membuat seorang Kepler patah semangat. Dan memang seperti
itulah adanya orang-orang besar lain. Tetap berdiri walau dari atas, bawah,
kanan, kiri, dan dari sudut-sudut mana pun, mencoba untuk menjatuhkan orang
tersebut.
Sebagai
Pengganti Tycho Brahe—Matematikawan Kerajaan Romawi, ia mewarisi setumpuk besar
catatan tentang pengamatan Brahe selama hidupnya. Dalam catatan itu, Brahe—yang
dikenal sebagai Ahli Astronomi besar yang begitu teliti dan berhati-hati di
setiap penelitiannya—membuat Kepler menyimpulkan bahwa ”teori heliosentris”
Copernicus tentang ”gerakan planet-planet mengelilingi matahari” adalah benar.
Tapi tak
semudah itu, sebelum Kepler benar-benar meyakinkan keputusannya mengatakan
bahwa teori Copernicus adalah benar, karena dibantu oleh pemaparan yang berasal
dari buah pikir Brahe tentang teori heliosentris, ia memperhitungkan dan
mempelajarinya kembali selama bertahun-tahun. Lantas Kepler mulai menyadari, ada
beberapa titik kesalahan yang telah ia pahami selama itu, bahwa yang sebenarnya
terjadi adalah: orbit planet tidaklah mutlak melingkar, melainkan sedikit agak
oval atau elips.
Pada
tahun 1609, Johannes Kepler menuangkan buah hasil penelitiannya dalam buku
berjudul Astronomia Nova. Dalam buku itu, ia mengemukakan dua perkara: satu,
planet menggitari matahari dalam bentuk oval, atau elips, dan matahari sebagai
fokus utama yang diputari oleh planet-planet - dua, planet bergerak lebih cepat
saat berada di dekat matahari.
Perkara
yang dicetuskan oleh Kepler ini berhasil memecahkan masalah pokok dalam bidang
astronomi pada masa itu—yang bahkan ”terlewat” dari penelitian ilmuwan besar
sekaliber Galileo dan Copernicus sekali pun.
Tapi di
atas langit masih ada langit. Kepler mungkin terlalu terburu-buru saat itu,
sehingga membuatnya ”lupa” untuk menjelaskan lebih rinci mengapa planet-planet
bergerak, atau, mengelilingi matahari sebagai orbitnya? Nah, abad berikutnya,
Isaac Newton menyempurnakan teorinya itu. Namun tak berarti menyebabkan Teori
Hukum Kepler terabaikan. Justru oleh karena hasil penelitian Kepler-lah, Isaac
Newton mampu menyempurnakan teori ini. Karena bagaimana pun juga, ”Hukum
Kepler” adalah rujukan utama dari sintesa Isaac Newton kelak.
Newton
bilang, ”Jika saya melihat lebih dulu dari orang lain, ini akibat saya berdiri
di atas pundak-pundak para raksasa.” Dan Johannes Kepler adalah salah satu
raksasa yang dimaksud Newton itu.
Di akhir
hayatnya, Kepler mengalami ”kesusahan hidup”. Sebab pada masa-masa itu, Eropa
sedang berkecamuk. Perang antaragama meletup. Kepler dipaksa keluar dari Graz,
tempat ia tinggal, dan ini menyebabkan keekonomiannya lumpuh. Ia terus-menerus
dipaksa agar berpindah agama dan menganut agama Katolik Romawi. Ibu Kepler
bahkan dituduh sebagai Tukang Sihir dan nyaris saja dieksekusi—dan memang
akhirnya ditahan tetapi kemudian dibebaskan kembali. Bahkan sebelum perang
terjadi, gaji Kepler untuk jabatannya sebagai Matematikawan Kerajaan Romawi dibayar
tidak sesuai skedul yang ditetapkan dari Kekaisaran Romawi. Parahnya lagi,
selama perang berlangsung, gaji Kepler benar-benar tidak pernah dibayar sama
sekali. Padahal Kepler mempunyai 12 anak.
Johannes
Kepler, Sang Ilmuwan Besar yang menyibak misteri tata surya, meninggal pada
tahun 1630 di Regensburg, Bavaria.
