II
Dua
puluh menit sebelumnya, Mortimer Cleveland telah berdiri di tengah hujan lebat
dan kabut, memeriksa keadaan mobilnya. Ia benar-benar sedang sial. Dua ban
mobilnya kempes dalam jarak sepuluh menit, dan di sinilah ia, terdampar
bermil-mil jauhnya dari mana pun, di tengah-tengah bentangan daerah Wiltshire
yang gersang ini, sementara malam akan segera turun dan ia tak punya tempat
berteduh. Semuanya gara-gara ia mencoba mengambil jalan pintas. Kalau saja ia
bertahan mengemudi di jalan utama! Sekarang sepertinya ia tersesat di sebuah
jalur gerobak, dan tak punya bayangan sedikit pun, apakah di dekat-dekat sini
ada desa.